Jenis Penyakit Tidak Menular
Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah kelompok penyakit yang tidak disebabkan oleh infeksi dan tidak dapat menular dari satu individu ke individu lain. PTM berkembang secara perlahan, bersifat kronis, dan menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia maupun dunia. Menurut WHO, lebih dari 70% kematian global disebabkan oleh penyakit tidak menular, sehingga pencegahan sejak dini menjadi sangat penting.
Di Indonesia, beban PTM terus meningkat seiring perubahan gaya hidup, pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta tingginya kebiasaan merokok.
Berikut adalah jenis-jenis penyakit tidak menular yang paling umum dijumpai.
1. Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (Kardiovaskuler)
PTM paling mematikan di dunia ini mencakup:
Penyakit jantung koroner (PJK)
Gagal jantung
Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Stroke
Faktor risikonya meliputi konsumsi tinggi garam, makanan berlemak jenuh, merokok, obesitas, diabetes, stres, dan kurang aktivitas fisik.
2. Diabetes Melitus
Diabetes terjadi akibat tingginya kadar gula darah secara kronis. Penyakit ini disebabkan oleh:
Kurangnya produksi insulin (DM tipe 1)
Ketidakmampuan tubuh menggunakan insulin efektif (DM tipe 2)
Komplikasi diabetes sangat serius, seperti penyakit ginjal, kerusakan saraf, kebutaan, dan penyakit jantung.
3. Kanker
Kanker merupakan pertumbuhan sel tidak normal yang menyerang jaringan tubuh. Beberapa jenis kanker yang banyak terjadi meliputi:
Kanker payudara
Kanker serviks
Kanker paru
Kanker usus besar
Kanker hati
Faktor risikonya mencakup paparan asap rokok, alkohol, pola makan tidak sehat, obesitas, faktor genetik, hingga paparan lingkungan tertentu.
4. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
PPOK adalah penyakit paru yang menghambat aliran udara keluar masuk paru, umumnya disebabkan oleh:
Merokok (penyebab utama)
Polusi udara
Paparan bahan kimia / debu industri
Penderita PPOK sering mengalami batuk kronis, sesak napas, dan penurunan kualitas hidup.
5. Penyakit Ginjal Kronik
Kondisi ini terjadi ketika ginjal kehilangan fungsi secara bertahap hingga berpotensi menyebabkan gagal ginjal. Penyebab utamanya:
Diabetes
Hipertensi
Penyakit autoimun
Infeksi ginjal berulang
Penyakit ginjal kronik membutuhkan pengelolaan gizi yang ketat serta kontrol rutin.
6. Osteoporosis
Osteoporosis adalah kondisi ketika massa tulang menurun sehingga tulang rapuh dan mudah patah. Faktor risikonya meliputi:
Kekurangan kalsium dan vitamin D
Kurang aktivitas fisik
Usia lanjut
Hormonal (khususnya perempuan setelah menopause)
7. Penyakit Mental dan Gangguan Perilaku
Termasuk depresi, gangguan kecemasan, dan stres kronis yang dapat mempengaruhi fungsi fisik dan kualitas hidup. Meskipun bukan penyakit fisik, WHO memasukkan gangguan mental sebagai PTM karena sifat kronis dan tidak menularnya.
8. Obesitas
Obesitas bukan sekadar “kelebihan berat badan”, tetapi kondisi kronis yang meningkatkan risiko:
Diabetes
Penyakit jantung
Stroke
Gangguan metabolik
Kanker tertentu
Pola makan tinggi gula, tinggi lemak, serta kurang aktivitas fisik menjadi penyebab utamanya.